Mengapa Harus Ikut Training Survival ?

Mengapa Harus Survival Training?

Selama ini banyak versi yang menjelaskan tentang pengertian survival. Kalau berdasarkan dari asal-usul kata Survival adalah berasal dari bahasa inggris yaitu survive atau to survive yang artinya bertahan hidup. Yang dimaksud disini adalah kemampuan untuk dapat bertahan hidup dari keadaan yang kurang menguntungkan sampai terjalin komunikasi dengan pihak luar. Survival dapat juga diartikan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup dan keluar dari keadaan yang sulit atau kritis. Dalam arti yang sempit, survival digunakan dalam kaitan dengan keadaan-keadaan darurat yang terjadi karena terisolasinya seseorang atau sekelompok orang (disebut sebagai SURVIVOR) akibat suatu musibah atau kecelakaan. Keadaan tersebut antara lain tersesat di hutan, terdampar di pulau atau pesawat yang terjatuh disuatu tempat asing. Akibatnya survivor mengalami kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat luas dan dengan demikian sukar mendapatkan bantuan atau pertolongan yang diperlukan.

Pengertian Survival dalam Buku Panduan (Pedoman) yang di Keluarkan oleh Institusi Tentara Amerika Serikat ; “FM 21-76” atau sebut juga “FM 3-05.70″ yang diterbitkan pada bulan Mei 2002 dalam Bab 1 tentang pendahuluan dijelaskan apa itu Survival. Di dalam Panduan ini pengertian tentang survival didasarkan sepenuhnya dari huruf pembentuk dari kata“SURVIVAL“ itu sendiri. Dimana arti dari Huruf dalam kata ini akan dapat membantu membimbing Anda bertindakan dalam setiap situasi untuk bertahan hidup (Survival). Pelajarilah apa arti dari setiap huruf tersebut dan selalu berlatih menerapkan panduan ini ketika melakukan pelatihan bertahan hidup. serta harus selalu dicamkan pada batin kita, pikiran kita dan insting kita tentang arti dari kata SURVIVAL, seperti yang dijabarkan dibawah ini :

HURUF S

SIZE UP THE SITUATION (Pahami Situasi)

Disaat kita berada dalam kondisi survival ingatlah selalu, gunakan indra pendengaran, penciuman, dan penglihatan untuk merasakan situasi yang terjadi disekitar anda. Tentukan keadaan situasi, Anda harus mempertimbangkan apa yang berkembang di sekitar anda ketika Anda membuat rencana hidup Anda.

          Lingkungan, Tentukan pola daerah disekitar Anda. Rasakan apa yang terjadi di sekitar Anda. Setiap lingkungan, baik hutan, gunung, pantai atau gurun, memiliki irama atau pola tersendiri. Hal ini termasuk hewan dan suara dan gerakan burungdan suara serangga.

          Kondisi Fisik, periksa kondisi yang terjadi disekitar Anda, apakah berada dalam trauma (terluka), karena saat berada dalam situasi bertahan hidup (survival)mungkin sekali telah menyebabkan Anda mengabaikan luka yang Anda terima. Periksa luka Anda dan berikan diri pertolongan pertama (P3K). Berhati-hatilah untuk mencegah ancaman fisik lebih lanjut. Misalnya, dalam iklim apapun, minumlah banyak air untuk mencegah dehidrasi. Jika Anda berada di iklim dingin atau basah, kenakan pakaian tambahan untuk mencegah hipotermia.

          Peralatan, Mungkin dalam ketika berada dalam kondisi survival, beberapa peralatan Anda hilang atau rusak. Periksa dan lihat apa saja peralatan yang Anda miliki dan kondisi dari peralatan tersebut. Setelah Anda menaksir situasi, lingkungan, kondisi fisik, dan peralatan, Saatnya Anda bersiap untuk membuat rencana bertahan hidup. Dalam melakukan persiapan tersebut juga harus diperhatikan kebutuhan dasar fisik Anda, seperti kebutuhan air, makanan, dan perlindungan (shelter).

HURUF U

USE ALL YOUR SENSES (UNDUE HASTE MAKES WASTE) (GUNAKAN SEMUA AKAL SEHAT DAN RASA ANDA)

Kita harus selalu memikirkan dan memperhitungkan tindakan demi tindakan yang akan kita lakukan, karena tindakan yang terburu-buru cenderung sia- sia dan membahayakan diri :

     Anda dapat saja membuat satu langkah yang salah, ketika Anda bereaksi terlalucepat tanpa berpikir terlebih dahulu atau membuat perencanaan. Langkah yang justru dapat mengakibatkan kematian. Jangan bergerak hanya demi untuk mengambil tindakan. Pertimbangkan seluruh aspek dari situasi Anda, sebelum Anda membuat keputusan dan bergerak.

     Jika Anda bertindak tergesa-gesa, akan memungkinkan Anda lupa atau kehilangan beberapa peralatan Anda. Dalam kondisi tergesa-gesa, Anda juga dapat menjadi bingung, sehingga Anda tidak tahu mana cara yang harus digunakan untuk pergi.Rencanakan langkah Anda.

          Bersiaplah untuk bergerak cepat tanpa membahayakan diri sendiri. Gunakan semua indera Anda untuk mengevaluasi situasi.

          Catat dan ingat suara dan bau disekitar Anda. Jadilah sensitif terhadap perubahan suhu.

Selalu waspada dan jeli.

HURUF R

REMEMBER WHERE YOU ARE (INGAT DIMANA ANDA BERADA)

     Tandai  lokasi Anda di peta dan cocokkan dengan keadaan daerah sekitarnya, hal ini adalah salah satu Prinsip Dasar yang harus selalu Anda ikuti. Jika ada orang lain bersama Anda, pastikan mereka juga tahu lokasi mereka. Selalu tahu siapa yang adadalam kelompok Anda, terutama yang memiliki peta dan kompas. Perhatikandengan teliti di mana Anda berada dan ke mana Anda akan pergi. Jangan hanya saling mengandalkan orang lain dalam kelompok untuk melacak rute. Anda juga harus melakukan orientasi sendiri. dan dilakukan dengan efisien dengan bergantian jangan berbarengan.

     Selalu mencoba untuk menentukan rute yang minimal atau efisien yang harus ditempuh berkaitan dengan lokasi Anda lokasi Anda dengan sumber air (biasanya kalau digurun) dan lokasi yang akan dituju. Informasi ini akan memungkinkan Anda untuk membuat keputusan cerdas ketika Anda berada dalam situasi bertahan hidup(survival) dan dalam kegelapan.

HURUF V

VANQUISH FEAR AND PANIC (KUASAI RASA TAKUT DAN PANIK) Musuh terbesar dalam bertahan hidup (survival) adalah rasa takut dan panik. Jika tidak dikontrol, mereka dapat menghancurkan kemampuan Anda untuk membuat keputusan cerdas. Mereka dapat menyebabkan Anda untuk jadi kurang atau bahkan susah bereaksi terhadap perasaan dan imajinasi pada situasi Anda. Emosi (rasa takut dan panic) ini bisa menguras energi Anda dan dapat menyebabkan emosi negatif lainnya timbul yag justru akan semakin memperparah keadaan. mempersiapkan diri jauh sebelumnya untuk bertahan hidup dan mendapatkan pembekalan kemampuan untuk bertahan hidup serta pembekalan tentang cara-cara keluar dari kondisi tersebut (survival) dan kepercayaan diri akan memungkinkan Anda untuk mengalahkan rasa takut dan panik.

HURUF I

IMPROVISE (BERIMPROVISASI)

     Di Rumah atau lingkungan tempat tinggal, kita memiliki item yang tersedia untuk semua kebutuhan kita. Banyak dari barang-barang yang murah yang dapat digunakan untuk menggantikan dan meperbaiki barang saat rusak. Mudah datang, mudah pergi , mudah mendapatkan ganti adalah budaya kita yang membuat kita tidak perlu atau tidak siap untuk berimprovisasi. Pengalaman yang tergantung dengan segala kondisi selalu ada atau dengan mudah tersedia” bisa menjadi musuh dalam situasi hidup. Belajarlah untuk berimprovisasi. Ambil alat yang dirancang untuk tujuan tertentu dan melihat berapa banyak kegunaan lain yang mungkin dapat Anda kembangkan dari hanya sekedar kegunaan standar atau yang sudah biasa.

     Pelajari untuk menggunakan benda-benda di alam sekitar Anda untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda, Contohnya adalah menggunakan batu untuk palu. Tidak peduli seberapa lengkap survival kit Anda miliki yang ada pada Anda, karena alat tersebut akan habis atau aus setelah beberapa waktu lamanya. “Imajinasi Anda harus mengambil alih ketika survival kit Anda habis dipakai”.

HURUF V

VALUE LIVING (MENGHARGAI HIDUP)

Kita semua saat baru lahir didunia akan menendang dan berjuang untuk hidup, tapi dalam perjalanan hidup kita akhirnya kita telah menjadi terbiasa dengan kehidupan tenang, menjadi makhluk selalu penuh dengan kenyamanan, Kita tidak menyukai ketidaknyamanan. Apa yang terjadi ketika kita dihadapkan dengan situasi hidup yang penuh tekanan, terganggu dengan keterbatasan, dan ketidaknyamanan? Hal ini adalah berhubungan dengan kemauan untuk hidup,menempatkan tinggi pada nilai hidup adalah sesuatu yang sangat penting. Pengalaman dan pengetahuan yang Anda dapatkan melalui kehidupan dan pelatihan akan memiliki landasan yang kuat pada kemauan Anda untuk hidup. “Keras kepala, penolakan untuk menyerah pada masalah dan kendala yang dihadapi Anda, akan memberikan kekuatan mental dan fisik untuk bertahan”.

HURUF A

ACT LIKE THE NATIVES (BERTINDAK SEPERTI PENGHUNI ASLI) Penduduk asli dan hewan yang ada di daerah sekitar adalah penghuni yang telah beradaptasi dengan lingkungan mereka. Untuk mendapatkan nuansa dan kebiasaan daerah, melihat bagaimana mahluk hidup dilingkungan sekitar kita, Kapan dan apa yang mereka makan, Kapan, di mana, dan bagaimana mereka mendapatkan makanan mereka, Kapan dan di mana mereka pergi untuk memperoleh air, Adalah hal yang sangat penting bagi Anda, ketika Anda mencoba untuk bertahan hidup, menghindari interaksi degan binatang atau tumbuhan yang berbahaya, atau apa saja yang aman untuk dimakan, hal ini sangat penting untuk dipelajari, yang terutama sebenar setiap kita akan beraktivitas di alam bebas, diusahakan untuk mempelajari lingkungan dan penghuni dan apa yang ada dihabitat, yang berbahaya atau aman buat kita.Kehidupan hewan di daerah tersebut juga dapat memberikan petunjuk tentang cara untuk bertahan hidup. Hewan juga membutuhkan makanan, air, dan tempat tinggal. Dengan mempelajari dan mengamati kebiasaan mereka, Anda dapat menemukan sumber-sumber air dan makanan.

PERINGATAN

“Binatang tidak selalu dapat dijadikan panduan mutlak untuk apa yang dapat Anda makan dan minum . Banyak hewan makan tumbuhan yang beracun bagi manusia.”

Perlu diingat jika kondisi survival tidak sendiri tetapi dengan orang lain, dengan mempelajari karakter orang-orang, belajar untuk menghormati mereka, sering membuat teman-teman yang berharga, dan, yang paling penting adalah belajar bagaimana beradaptasi dengan lingkungan mereka dan meningkatkan kesempatan Anda untuk bertahan hidup.

HURUF L

LIVE BY YOUR WITS, BUT FOR NOW, LEARN BASIC

SKILLS (HIDUP DENGAN KEMAMPUAN DARI ALAM, MULAI DARI SEKARANG , BELAJAR KETERAMPILAN DASAR) Tanpa pelatihan keterampilan dasar untuk bertahan dan

menghindari  bahaya, peluang Anda untuk hidup melalui situasi bertahan hidup dalam kondisi keterbatasan dan minimnya pendukung hidup akan sangat kecil kemungkinannya bisa membuat Anda mampu melewati atau selamat. Pelajari keterampilan dasar ini sekarang – tidak ketika Anda menuju atau berada dalamkondisi survival. Bagaimana Anda memutuskan untuk melengkapi diri sebelum terjadi akan mempengaruhi apakah Anda bisa bertahan hidup. Anda perlu tahu tentang lingkungan yang akanAnda hadapi, dan Anda harus berlatih keterampilan dasar disesuaikankan dengan lingkungan tersebut. Misalnya, jika Anda pergi ke gurun atau saat dihutan tropis, Anda perlu tahu bagaimana cara untuk mendapatkan air. Sehingga mengharuskan Anda untuk selalu berlatih dan mempraktekan keterampilan dasar untuk bertahan hidup. Pelatihan dan penguasaan pengetahuan untuk bertahan hidup akan mengurangi ketakutan akan rasa ketidak-tahuan dan akan memberi Anda kepercayaan diri. Ini mengajarkan Anda untuk hidup dengan akal dan keahlian anda.

PATTERN FOR SURVIVAL

POLA UNTUK BERTAHAN HIDUP

Mengembangkan pola bertahan hidup (kemampuan Survival) akan memungkinkan Anda untuk bertahan hidup. Pola hidup ini harus mencakup makanan, air, tempat tinggal, Api, pertolongan pertama (P3K), dan pengetahuan tentang penggunaan sinyal, membuat tempat perlindungan. Pengurutan pola ini disesuaikan dalam urutan kepentingan. Sebagai contoh, dalam lingkungan yang dingin, Anda akan membutuhkan api untuk mendapatkan hangat, sebuah tempat penampungan untuk melindungi Anda dari dingin, angin, dan hujan, perangkap atau jerat untuk mendapatkan makanan, sarana untuk sinyal yang dapat dikenali oleh tim pencari, dan pertolongan pertama untuk menjaga kesehatan. Jika Anda terluka, pertolongan pertama memiliki prioritas utama tidak peduli apa iklim Anda masuk. Satu hal yang sangat penting dalam kondisi Survival adalah mengubah pola hidup Anda untuk memenuhi kebutuhan fisik Anda harus menyesuaikan dengan lingkungan disekitar karena dihadapkan pada perubahan lingkungan.

Banyak orang menganggap, membawa benda-benda untuk alat bertahan hidup di alam bebas (Survival Kit) sewaktu bepergian, rasanya ribet atau bikin repot. Tapi bagi kita yang mempunyai hobi di alam bebas sebagai penggiat pecinta alam, dituntut untuk mampu mengantisipasi suatu keadaan darurat sampai hal yang kecil sekalipun sangat diperlukan. Telah banyak kejadian yang membuktikan pada peristiwa kecelakaan di laut dan udara, korban yang kebetulan selamat kebanyakan tidak siap bertahan hidup. Padahal upaya penyelamatan oleh tim SAR atau polisi belum tentu datang segera. Tak ada pilihan lain, korban harus bertahan hidup di alam yang sama sekali asing. Jika tanpa persiapan, ditambah kelelahan mental dan fisik, nyawa bisa jadi taruhannya. Hal ini secara tidak langsung dan tidak dapat kita duga, dapat terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Bagimana jika mimpi buruk tersebut terjadi pada diri kita, apa yang dapat kita lakukan dan kita perbuat jika kita berada dalam keadaan tersebut.

Persiapan menghadapi situasi buruk sebenarnya sederhana. Sebelum perjalanan, paling tidak semua perlengkapan penyelamatan diri yang standar sudah disiapkan. Misalnya, jika akan berperahu melintasi sungai atau laut, siapkan pelampung yang memadai. ”jangan menyepelekan alat-alat standar! Karena inilah gantungan hidup kita kalau terjadi sesuatu”. Dalam melakukan perjalanan kita harus mempersiapkan bekal pribadi, terutama peralatan bertahan hidup (Survival Kit), juga harus memadai. Barang-barang kecil yang amat sangat vital harus tersedia, seperti lampu senter, korek api, pisau lipat kecil, peralatan jahit, pluit, tisu basah, perlengkapan P3K, obat-obatan, dan lain sebagainya. Meski perjalanan dirasa tidak terlalu jauh, biasakan juga untuk selalu membawa makanan dan minuman cadangan. Setelah semuanya siap, tempatkan peralatan dan perlengkapan tadi kedalam sebuah wadah atau tas yang memenuhi syarat, seperti cukup ringan, kuat dan tahan air. Buat perbedaan antara wadah tadi dengan tas atau barang-barang lain, agar mudah dikenali. Tempatkan juga di ruang yang mudah terjangkau, jangan sampai kita bingung harus memprioritaskan barang mana yang harus diselamatkan saat kecelakaan.

Untuk selalu mengingat dan mencamkan dalam pikiran dan batin kita saat beraktivitas di alam bebas, dan selalu mempersiapkan diri dalam kondisi apapun, karena didalam kata dasar dari “SURVIVAL”, pada setiap huruf member kita pemahaman, dan dibutuhan kemauan dan kperdulian kita bahwa untuk memahami tentang pola untuk bertahan hidup adalah sesuatu yang wajib kita miliki.

SURVIVAL TRAINING (CARA BERTAHAN HIDENIS SURVIVAL

Jenis-Jenis Survival dapat diklasifikasikan / dibedakan menjadi  4 :

          Jungle Survival (Hutan)

          Dessert Survival (Padang Pasir)

          Sea Survival (Laut)

          Artic Survival (Kutub/Es)

 

  1. Jungle Survival
  2. Dessert Survival
  3. Sea Survival
  4. Artic Survival

8 POKOK YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN SURVIVAL

Ada 8 pokok yang harus diperhatikan dalam melaksanakan survival adalah sebagai berikut :

S         : Sadari sungguh-sungguh situasimu.

U         : Untung malang tergantung ketenangan

R         : Rasa takut dan panik harus dikuasai ( dihadapi ) V         : Vakum ( Kekosongan ) isilah dengan segera

I          : Ingatlah dimana kamu berada

V         : Vivo berarti hidup hargailah

A         : Adat istiadat setempat harus dipatuhi

L         : Latihlah dirimu dan belajarlah selalu

 

 

 

 

FAKTOR – FAKTOR PENUNJANG DALAM SURVIVAL

 

Faktor-Faktor yang menunjang dalam melakukan survival :

 

  1. 1. Kehabisan pembekalan dari suatu pembekalan / ekspedisi dapat menggunakan tumbuhan / buah-buahan / berburu disekitar
  2. 2. Kecelakaan dalam suatu ekspedisi

 

  1. 3. Tersesat dalam suatu daerah asing atau rawan

 

  1. 4. Berada dalam suatu daerah yang tidak kenal

 

 

 

 

MOTIVASI SURVIVAL

 

Motivasi Survival :

 

Situasi / tantangan yang harus dihadapi dalam survival

 

 

 

 

Faktor Psikologis

 

          Rasa Takut

          Rasa Panik

          Rasa Kebersamaan

          Rasa Kesunyian

 

Faktor Fisiologi

          Rasa Kelaparan

          Rasa Kehausan

          Rasa Kelelahan

          Rasa Kesunyian

 

Faktor Lingkungan

          Rasa Kepanasan

          Rasa Kedinginan

          Kering

          Basah

          Angin

 

 

 

THE IMPORTANT THINES FOR SURVIVAL (FAKTOR – FAKTOR PENTING UNTUK TETAP HIDUP)

          Adanya kemauan Besar untuk tetap hidup

          Kondisi Fisik dan alat-alat yang dapat membantu

          Pengetahuan dan pengalaman – pengalaman

     Pengetahuan dan tumbuhan – tumbuhan apa saja yang bias kita makan dan hewan yang bagaimana yang layak untuk dimakan ditambah lagi pengalaman kita dalam survival.

 

Permasalahan / Bahaya yang diahadapi di kategorikan menjadi 2 :

          Subjective Danger : Bahaya yang berasal dari diri kita sendiri ( mental dan fisik )

 

Misal : Keteledoran, kurangnya pengetahuan pendidikan PA, kurangnya

 

Persiapan, tidak sabar ( tidak dapat mengontrol emosi )

     Objective Danger     : Bahaya yang berasal dari lingkungan sekitar kita ( keadaan / Alam, Makhluk Lainnya )

 

Misal : Cuaca, Kondisi medan, Binatang buas, tumbuhan, manusia

 

/penduduk Asli.

 

Tindakan – Tindakan dalam Survival yang harus dilakukan :

          Menguasai dan mengontrol diri sendiri

          Mengkoordinasi anggota ( Team )

          Melakukan pertolongan pertama

          Melihat kemampuan dan keadaan anggota

          Melakukan orientasi medan

          Pengurangan jatah makanan

 

          Membuat rencana kegiatan dan pembagian tugas

          Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar

          Membuat jejak dan mencari perhatian

 

Sumber – sumber makanan, Cara – cara mengolah sesuatu dan fungsinya  :

 

  1. 1. Tumbuhan yang dapat dimakan :

 

  1. Semua buah dihutan dapat dimakan oleh kera / kalong / musang / (

 

mamalia )

 

  1. Tumbuhan yang tidak bergetah susu c. Tumbuhan yang tidak berbulu
  2. Tumbuhan yang tidak berduri

 

  1. Buah yang terasa manis dan agak asam f. Warna tidak mencolok yang berlebihan

 

 

 

  1. 2. Langkah – Langkah yang perlu dilakukan apabila akan memakan tumbuhan :
  2. Dimasak

 

  1. DIjilati / Dioleskan sedikit kebibir dan tunggu reaksinya, bila tidak bereaksi berarti aman.
  2. Makan tumbuh – tumbuhan yang sudah dikenal saja d. Jangan makan hanya satu tumbuhan saja
  3. Jangan makan tumbuhan yang buahnya berwarna ungu

 

  1. Dalam memakan tumbuhan yang belum biasa / kita kenal sebaiknya jangan terlalu kenyang

 

 

 

  1. 3. Hewan –hewan yang dapat dimakan :

 

 

  1. Burung dan telurnya b. Kera, babi, dan kijang
  2. Binatang air dan amphibi d. Semua jenis serangga
  3. Penyu dan telurnya f. Binatang melata
  4. Semua jenis ular kecuali ular cabe dan ular tanah, karena mengandung racun

 

 

 

TEMPAT PERLINDUNGAN (SHELTER/BIVAK)

 

Untuk melindungi diri dari pengaruh alam, seperti panas, hujan, angin dan dingin. Perlindungan bisa dibuat dari bangsa yang sengaja dibawa, ataupun bahan-bahan yang tersedia dari alam.

  1. a. Beberapa Syarat – Syarat yang perlu diperhatikan dalam Mendirikan

 

Bivak :

 

– Bangunlah pada tempat yang datar

 

– Jangan mendirikan bivak di pucuk gunung / daerah tertinggi dan tidak terlindungi, dipinggir sungai atau bekas aliran sungai.

– Tidak membuat shelter berada di bawah pohon lapuk / mati, atau dibawa pohon yang berbuah keras.

– Usahakan daerah yang terbuka tidak menghadap mata angin

 

– Cukup dekat dengan sumber air.

 

– Tidak ditempati oleh serangga dan nyamuk, juga tanaman busuk karena kurang sehat.

 

 

– Bukan jalur binatang buas.

 

– Bila medan berupa pantai dirikan bivak cukup jauh dari garis pantai tertinggi.

– Usahakan membuat shelter sebaik mungkin demi kenyamanan.

 

– Bivak jangan sampai bocor.

 

– Jangan terlalu merusak alam sekitar. b. Bahan –Bahan membuat bivak :

– Dari bahan alam : pohon yang utuh / tumbang, gua, dedaunan, ranting, ijuk, gua,   Lubang dalam tanah, lekukan tebing/batu, dan lain – lain

– Dari bahan yang kita bawa  : Ponco, jas hujan, parasut, ransel. c. Beberapa Jenis Shelter / Bivak yang dapat kita buat.

  1. Tenda Standar :

 

Tali direntangkan dan diikat antara dua pohon kemudian diatasnya ditaruh ponco atau parasut.

  1. 2. Bivak sisi terbuka :

 

Bivak bisa dibuat dengan cara menopangkan batang-batang kayu dan daun-daunan pada sebatang pohon roboh untuk sisinya yang masih terbuka, untuk alas sebarkan daun-daun dan ranting-ranting yang kecil. Bivak akan terasa hangat.

 

 

 

AIR

 

Air adalah faktur yang sangat penting dan lebih penting dari faktor yang lainnya. Ingat dengan air saja seseorang dapat bertahan hidup sampai kurang

 

 

lebih 3 minggu, tetapi tanpa air rata-rata orang hanya dapat bertahan 2 sampai 5 hari (tidak terluka).

  1. a. Cara mendapatkan air

 

  1. b. Tanda –Tanda adanya air

 

  1. Air yang tidak perlu dimurnikan d.    Air yang perlu dimurnikan

 

 

 

API

 

Bila kalian punya bahan membuat api jangan buat api yang terlalu besar. Tapi buatlah yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan memberi panas yang baik dari sebuah api yang besar.

  1. a. Cara membuat api :

 

  • Dengan optic

 

  • Dengan gesekan (gesekan kayu dg kayu, gesekan bambu dengan bambu)
  • Dengan mengadu batu

 

  • Busur Gurdi b.    Fungsi api :

.           Menghangatkan tubuh

 

.           Sebagai penerangan

 

.           Memasak

 

.           Membuat tanda-tanda / kode

 

.           Menghindari/menjauhkan dari binatang buas

 

 

 

 

 

PEDOMAN MEMILIH JALAN

 

Berjalan di hutan-hutan pegunungan memiliki kiat yang tersendiri. Sedapat mungkin berjalan di punggung gunung. Pilihan ini memungkin untuk melakukan orientasi medan lebih mudah dari pada kita berjalan di lembah. Di bagian-bagian tertentu punggungan biasanya ada celah terbuka yang memungkin untuk memperkirakan arah dan posisi survivor. Lagi pula ada kebiasaan orang utas (perambah hutan) untuk membuat jalan di punggung gunung. Bila menemukan jalan setapak ikutah jalan tersebut. Hampir dapat dipastikan akan menemukan pemukiman orang.

Kedua adalah berjalan di dekat batang air atau sungai. Untuk hutan-hutan dataran rendah, berjalan didekat sungai memungkinkan untuk bertemu dengan jalan setapak seperti diatas. Jalan-jalan ini biasanya berpangkal di kelokan sungai atau didekat hulu-hulu sungai di bagian yang landai merupakan lekuk pendaratan bagi perambah hutan. Dengan mengikuti jalur sungai ada beberapa keuntungan yang dapat diraih. Yang jelas survivor tidak

 

 

perlu khawatir kehabisan air dan bahan makanan. Ikan, reptil, dan bahkan mamalia kecil banyak bersarang didekat tepi sungai. Keuntungan yang lain adalah umumnya pemukiman orang dibuat di dekat atau di tepi sungai, sehingga peluang untuk bertemu manusia lebih besar.

Yang perlu diperhatikan dalam berjalan di tepi sungai adalah bahaya yang berasal dari binatang buas dan datangnya banjir secara tiba-tiba. Demikian pula berjalan mengikuti jalur air / sungai tidak dianjurkan karena khawatir terjebak dalam lembah sungai yang curam dan atau bertemu dengan tebing air terjun yang tak terlewati.

Orientasi medan dapat dilakukan siang dan malam hari, namun berjalan hanya boleh dilakukan di siang hari. Khususnya dipegunungan, orientasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan punggung atau puncak tebing yang terbuka, pohon yang mungkin dipanjat atau pandangan dari celah-celah lembah sungai. Dimalam hari orientasi dapat dilakukan dengan bantuan cahaya lampu-lampu dari pemukiman. Meskipun nampak dekat, berjalan dimalam hari sama sekali tidak dianjurkan. Bahaya tersesat, terjebak atau terjatuh dalam jurang atau serangan binatang liar amat besar kemungkinannya.

Setiap kali berpindah tempat, usahakan untuk selalu meninggalkan jejak yang jelas. Torehan di batang pohon, bekas-bekas tebasan semak belukar, dedaunan yang dipatahkan atau diletakkan dengan posisi tertentu. Jejak yang dibuat amat bermanfaat untuk apabila survivior menemui jalan buntu dan

ingin merunut kembali jalan semula. Selain itu jejak ini juga bermanfaat bagi tim pencari untuk menelusuri arah yang ditempuh survivor. Dalam mencari jalan keluar perhatikan kondisi pikiran maupun fisik yang ada. Apabila sudah buntu / belum menemukan jalan keluar maka kita jangan memaksakan diri untuk terus berjalan. Dengan pertimbangan yang matang maka lebih baik kita

 

 

bertahan disuatu tempat yang sekiranya aman. Untuk dapat bertahan hidup di tempat tersebut dalam beberapa waktu maka pengetahuan tentang survival mutlak harus di kuasai.

 

 

 

JERAT

 

Bahan yang biasanya dari tali yang kita miliki, jerat yang dapat kita gunakan di hutan Indonesia ialah jerat kelinci, jerat burung dan jerat untuk binatang- binatang kecil. Untuk menangkap ikan jelas bahwa ikan tidak dijerat

melainkan dipancing atau ditangkap. Beberapa cara untuk menangkap ikan :

 

  • Memancing yang mata kailnya dapat kita buat dari peniti, ranting kayu dan lain-lain.
  • Dengan cara memukul ikan dengan golok tebas, tangan kanan memegang obor, ikan akan mendekat karena cahaya obor, setelah dekat golok ayunkan ke ikan tersebut. Hal ini dapat dilakukan di daerah berawa pada sore atau malam hari.

 

 

 

SURVIVAL KIT

 

Adalah Perlengkapan untuk survival yang harus kita bawa dalam perjalanan kita. Survival Kit tentunya bukan hanya sekedar nama saja, hal tersebut bisa dikatakan hal yang paling diutamakan dalam kegiatan Mendaki Gunung, tetapi masih banyak orang yang menganggab dan seringkali menganggab remeh hal tersebut. Membawa benda-benda untuk alat bertahan hidup di alam bebas Survival Kit sewaktu bepergian, memang rasanya ribet atau bikin repot. Tapi bagi kita yang mempunyai hobi di alam bebas sebagai penggiat pecinta alam, harus dapat mengantisipasi suatu keadaan darurat sampai hal yang kecil sekalipun sangat diperlukan. Telah banyak kejadian yang

diakibatkan karena ketidaksiapannya Survival Kit saat melakukan aktifitas alam bebas yakni membuktikan pada peristiwa kecelakaan di laut dan udara, korban yang kebetulan selamat kebanyakan tidak siap bertahan hidup. Padahal upaya penyelamatan SAR atau polisi belum tentu datang segera.

Dalam keadaan Survival (bertahan hidup di alam bebas) tentunya tak ada pilihan, korban harus bertahan hidup di alam yang sama sekali asing. Jika tanpa persiapan Survival Kit, ditambah kelelahan mental dan fisik, nyawa bisa jadi taruhannya. Hal ini secara tidak langsung, dan juga tidak dapat kita duga dapat terjadi pada siapa saja dan dimana saja. bagaimana jika mimpi buruk tersebut terjadi pada kita, apa yang dapat kita lakukan dan kita perbuat jika kita berada dalam keadaan tersebut. Persiapan menghadapi situasi buruk sebenarnya sederhana. Sebelum perjalanan paling tidak menyiapkan kotak Survival Kit beserta perlengkapan penyelamatan diri yang standar.

Dalam melakukan perjalanan kita harus mempersiapkan bekal pribadi, terutama peralatan bertahan hidup dan beberapa Survival Kit juga harus memadai. Barang-barang kecil yang amat vital harus tersedia seperti lampu senter, korek api, pisau lipat kecil, peralatan jahit, pluit, tisu basah, perlengkapan P3K, obat-obatan, dsb. Meski perjalanan diraa tidak terlalu jauh, biasakan juga selalu membawa makanan dan minuman cadangan. Setelah Survival Kit semuanya siap, tempatkan peralatan dan perlengkapan tadi kedalam sebuah wadah atau tas yang memenuhi syarat, seperti cukup ringan, kuat dan tahan air. Buat perbedaan antara wadah tadi dengan tas atau barang-barang lain, agar mudah dikenali. Tempatkan juga diruang yang

mudah terjangkau, jangan sampai kita bingung harus memprioritaskan barang mana yang harus diselamatkan saat kecelakaan.

Survival Kit bukan hanya digunakan pada saat kita mengalami Survival, tetapi disetiap jalur atau perjalanan yang akan ditempuh tentunya pasti akan digunakan, misalnya pada saat kita ingin memotong sesuatu tentunya harus menggunakan Survival Kit. Maka dari itu hal yang sangat wajib dalam dunia kepecintaalaman selain mematuhi KODE ETIK, yakni memahami betapa pentingnya sebuah Survival Kit.

  1. a. Untuk Survival di laut

Untuk survival dilaut bila kita mengadakan perjalanan pelayaran, yang dibawa:

–           Peralatan pancing

–           Pisau lipat

–           Tali parasut

–           Penutup kepala

–           Kain Parasut

 

Perlengkapan yang kita bawa ialah :

 

  1. b. Survival di Hutan Gunung

–           Panci atau plastic

–           Peluit

–           Obat-obatan

–           Lampu senter

–           Tali

–           Jarum, Benang, Peniti

–           Golok tebas/pisau pinggang

–           Cermin

–           Alat Tulis

–           Garam

–           Lilin

–           Kompas dan Peta Topografi

 

Kesimpulan:

Manfaat dari Survival Training bagi kita adalah untuk dapat melatih mental kita, agar mental kita kuat, berwawasan, dan terbuka. Kita juga harus mengetahui cara bertahan hidup ditempat asing, dan juga mempuyai jalan keluar jika suatu saat mengalami keadaan yang sulit atau kritis.